Membuat CSS Jadi Lebih Baik
Jumat, April 09, 2010 Edit This 0 Comments »
Dalam web design, tentu kita sudah tidak asing dengan istilah CSS. ya.., CSS singkatan dari Cascading Style Sheets yaitu dokumen yang digunakan untuk mengatur tampilan suatu halaman yang ditulis dalam bahasa markup (Wikipedia Indonesia -red). Nah, dalam tulisan ini saya akan membahas sedikit tentang bagaimana membuat dokumen CSS agar hasilnya bisa lebih optimal (terhadap desain secara keseluruhan), yaitu CSS yang elegan (mudah dibaca / dimengerti, proses render lebih cepat dan tingkat kompatibilitasnya tinggi).
Setidaknya ada 6 (enam) hal yang akan saya bahas di sini, diantaranya adalah :
Pertama : Lakukan Reset Style
Reset style berfungsi untuk menghilangkan format style standar (khususnya padding dan margin) yang dibawa oleh browser. Hal ini penting, karena setiap browser memiliki style yang berbeda, maka untuk menjaga kompatibilitas web kita perlu dilakukan reset style.
Kedua : Kelompokkan Style
Pengelompokan style yang saya maksud di sini adalah pengelompokan style menurut suatu standar yang akan dipakai. Contoh saya akan mengelompokkannya menurut bagian-bagian dalam dokumen nanti, maka saya membaginya menjadi : general, header, wrap, footer, dsb.
Ketiga : Buat Alpabetis
Buatlah setiap properti dalam dokumen CSS alpabetis, hal ini akan memudahkan kita untuk membaca ulang style yang telah dibuat.
Keempat : Pisahkan Dokumen
Pisahkan CSS ke dalam beberapa dokumen/file jika style yang kita buat sudah sangat ‘bejibun‘, sehingga akan sulit untuk dibaca ulang nantinya. Contoh kita pisahkan antara pengaturan box model dengan pengaturan typography, jadi kita buat 2 (dua) file CSS, yaitu file box.css dan typography.css, naah nanti kita tinggal melakukan importing ke salah satu file CSS tadi.
Kelima : Penulisan Harus Konsisten
Setidaknya ada 3 (tiga) cara untuk menjadikan style kita penulisannya konsisten.
1.Buat semua properti kedalam satu baris
2.Buat semua properti kedalam banyak baris
3.Apabila style kurang dari 3 (tiga) properti jadikan satu baris, jika style lebih dari 3 (tiga) properti jadikan banyak garis.
Setidaknya ada 6 (enam) hal yang akan saya bahas di sini, diantaranya adalah :
Pertama : Lakukan Reset Style
Reset style berfungsi untuk menghilangkan format style standar (khususnya padding dan margin) yang dibawa oleh browser. Hal ini penting, karena setiap browser memiliki style yang berbeda, maka untuk menjaga kompatibilitas web kita perlu dilakukan reset style.
Kedua : Kelompokkan Style
Pengelompokan style yang saya maksud di sini adalah pengelompokan style menurut suatu standar yang akan dipakai. Contoh saya akan mengelompokkannya menurut bagian-bagian dalam dokumen nanti, maka saya membaginya menjadi : general, header, wrap, footer, dsb.
Ketiga : Buat Alpabetis
Buatlah setiap properti dalam dokumen CSS alpabetis, hal ini akan memudahkan kita untuk membaca ulang style yang telah dibuat.
Keempat : Pisahkan Dokumen
Pisahkan CSS ke dalam beberapa dokumen/file jika style yang kita buat sudah sangat ‘bejibun‘, sehingga akan sulit untuk dibaca ulang nantinya. Contoh kita pisahkan antara pengaturan box model dengan pengaturan typography, jadi kita buat 2 (dua) file CSS, yaitu file box.css dan typography.css, naah nanti kita tinggal melakukan importing ke salah satu file CSS tadi.
Kelima : Penulisan Harus Konsisten
Setidaknya ada 3 (tiga) cara untuk menjadikan style kita penulisannya konsisten.
1.Buat semua properti kedalam satu baris
2.Buat semua properti kedalam banyak baris
3.Apabila style kurang dari 3 (tiga) properti jadikan satu baris, jika style lebih dari 3 (tiga) properti jadikan banyak garis.



0 komentar:
Posting Komentar